Konreg Program Kementerian PU TA 2027 Resmi Dibuka, Fokus pada Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas
Kementerian Pekerjaan Umum secara resmi memulai rangkaian kegiatan Konsultasi Regional (Konreg)
sebagai bagian dari proses perencanaan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini
diselenggarakan secara hybrid, baik daring maupun luring, pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di
Auditorium Kementerian PU. Adapun tema yang diangkat pada Konreg tahun 2026 adalah “Pembangunan
Infrastruktur PU dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan yang Berkualitas melalui Produktivitas,
Investasi, dan Industri.”
Menteri PU Dody Hanggodo dalam sambutannya menekankan untuk melaksanakan agenda konreg ini dengan
baik karena hasil konreg akan menjadi masukan dalam Musrenbangnas dan menjadi dasar penyusunan pagu
indikatif anggaran 2027.
“Seluruh proses perencanaan dan pemrograman ini diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden, di
mana peran Kementerian PU adalah menyediakan infrastruktur dasar yang menopang aktivitas ekonomi dan
pelayanan publik” ujarnya.
“Dalam penyelenggaraan infrastruktur tahun 2027 agar dipedomani 3 strategi ini, yaitu melanjutkan
dukungan infrastruktur dalam sektor swasembada pangan, energi dan air; efisien dalam pembelanjaan
infrastruktur dan mendorong pembiayaan yang inovatif; serta memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas
Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah” terangnya.
Hadir dalam pertemuan ini mewakili Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan (Kemenko IPK), yaitu Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Muhammad Rachmat
Kaimudin. Dalam paparannya, beliau menyampaikan perlunya mempertimbangkan resiliensi terhadap
berbagai tantangan geopolitik. Selain itu beliau menyampaikan bahwa Kemenko IPK senantiasa mengawasi
orientasi utama pembangunan pada outcome dan impact, yaitu bagaimana manfaat pembangunan
infrastruktur dapat meningkatkan produktivitas dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami juga bersama Kementerian Teknis berupaya mengintegrasikan pembangunan infrastruktur antar
sektor, antarpusat dan daerah, serta dari hulu ke hilir. Tantangan utama kita dalam Kementerian
Teknis ini tentu adalah bagaimana target-target kita sejalan dan sepaham agar arahnya menjadi
selaras” Paparnya.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Bob Arthur Lombogia, dalam laporannya mengatakan
bahwa Konsultasi Regional diselenggarakan untuk memastikan keselarasan program dan kegiatan
pembangunan infrastruktur PU dan prioritas nasional dalam RPJMN 2025-2029. “Forum ini akan membahas
program dan kegiatan hasil rakorbangwil, rakortekrenbang, serta usulan kegiatan baru dari Pemprov
yang selaras dengan prioritas utama bidang PU dalam RPJMN.” Lanjutnya.
“Beberapa hal yang perlu dipastikan dalam Konreg ini antara lain Pemenuhan readiness criteria (RC)
untuk kegiatan infrastruktur PU, dan komitmen Pemda seperti penyiapan lahan agar konstruksi siap
dilaksanakan pada 2027 mendatang” jelasnya.
Pembukaan Konreg 2026 dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi sistem informasi
pemrograman (SIPro) guna memastikan pelaksanaan proses input usulan Pemerintah Daerah yang
dilakukan pada tanggal 2-7 April 2026. Rangkaian forum ini akan dilanjutkan dengan sesi desk
provinsi pada tanggal 13-16 April 2026.
Acara ini dihadiri oleh Menteri PU, Wakil Menteri PU, Pejabat Pimpintan Tinggi Madya, Pratama dan
Administrator dari Kementerian PU, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan
Pembangunan Kewilayahan, dan Kementerian PPN/ Bappenas. Forum ini juga dihadiri secara daring oleh
Bappeda, Bapperida, Bappelitbangda, dan Pemerintah Provinsi dan Kepala Dinas yang membidangi urusan
Pekerjaan Umum Provinsi. Selain itu hadir pula jajaran Kepala Balai di Lingkungan Kementerian PU di
seluruh Indonesia. (MBA/Tiara)